Apa itu Biokimia?

Ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya.

Metabolisme RNA

Mekanisme RNA Polimerase.

Glukoneogenesis dan Pengaturan Glukosa Darah

Siklus asam laktat (Cori) dan siklus glukosa-alanin.

BioChEmIsTrY

Showing posts with label Biofisika. Show all posts
Showing posts with label Biofisika. Show all posts

Thursday, December 5, 2013

Para Peneliti Mengembangkan Baterai Elektroda Yang Dapat Memperbaiki Diri

Para peneliti telah membuat baterai elektroda pertama yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Penelitian ini memiliki potensi untuk mengembangkan generasi baru dari baterai ion lithium untuk sumber listrik pada mobil, telepon genggam, dan alat-alat yang lain. Rahasianya adalah polimer elastis yang melapisi elektroda mengikatnya bersama dan secara spontan menyembuhkan retakan kecil yang terbentuk selama pengoperasian baterai.

Kiri: mikrograf electron menunjukkan retakan kecil pada polimer pelapis yang terbentuk selama proses pengisian baterai.
Kanan: Lima jam kemudian, retakan-retakan kecil telah diperbaiki dengan sendirinya.

Wednesday, December 4, 2013

Nanorobot Untuk Mengangkut Obat Dalam Tubuh

Nanorobot merupakan istilah populer untuk molekul-molekul dengan sifat unik yang memungkinkan molekul-molekul tersebut untuk diprogram untuk melakukan tugas spesifik tertentu. Dalam kerja sama antara kolega di Italia dan USA, para peneliti di Aarhus University telah mengambil langkah utama menuju pembuatan nanorobot pertama dari molekul DNA yang dapat meng-enkapsulasi dan melepaskan biomolekul aktif. Nanorobot tersebut diberi nama DNA nanocage yang dapat mengangkut obat ke sekitar tubuh dan ditujukan memberi pengaruh pada sel-sel yang sakit.

Nanorobot for transporting drugs in the body
Nanocage dengan delapan molekul DNA yang unik bergabung bersama. Para peneliti menjebak sebuah enzim aktif yang disebut Horseradish peroxidase (HRP) dalam nanocage.


Friday, August 5, 2011

Model Struktur Protein Baru Untuk Mencegah Kanker

Para peneliti di University of Hertfordshire telah mengembangkan sebuah model struktural baru dari protein yang memungkinkan untuk mengembangkan obat yang lebih efektif untuk  penyakit target seperti kanker, penyakit jantung dan influenza.

Dalam sebuah makalah yang akan dipublikasikan dalam Journal of Structural Biology online bulan ini, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Andreas Kukol di University's School of Life Sciences, menjelaskan bagaimana mereka telah mengembangkan sebuah model 3D baru dari protein yang merilis penghambatan pertumbuhan sel yang bisa menyebabkan penyebaran kanker atau mendukung terjadinya infeksi seperti influenza.

"Tubuh kita terdiri dari protein yang penting untuk fungsi tubuh," kata Dr Kukol. "Kerusakan protein dapat menyebabkan kanker. Hal ini terjadi ketika sel-sel tersebut menjadi lebih aktif, sehingga tugas kami adalah mengidentifikasi inhibitornya."

Sebuah tim peneliti dipimpin oleh Dr Kukol mengembangkan model 3D dari enzim kinase IKK-β yang merupakan protein yang mengatur protein lain. "Enzim ini mengontrol protein seperti kontrol lalu lintas oleh polisi," kata Dr Kukol. "Jika polisi atau enzim menjadi tidak terkendali, maka akan terjadi kekacauan."

Model 3D baru dapat digunakan untuk mencari inhibitor baru, seperti molekul organik seperti aspirin yang menempel pada situs aktif dari enzim dan membuatnya kurang aktif sehingga menghentikan penyebaran kanker atau influenza. Model ini sekarang siap diterapkan pada perusahaan farmasi sehingga mereka dapat mengembangkan obat yang lebih efektif untuk mengatasi kondisi ini.

Dr Kukol menjelaskan bahwa pemodelan komparatif dan metode simulasi komputer yang mereka gunakan untuk protein ini dapat diambil oleh kelompok-kelompok penelitian lain. Dengan cara ini pemodelan struktur protein dapat menghasilkan model yang lebih akurat di masa depan.

Sumber: Universitas Hertfordshire,
AlphaGalileo Foundation.  

Tuesday, August 2, 2011

Limbah Pabrik Kertas Disulap Menjadi Produk Ramah Lingkungan

Oleh: Rian Triana

Seorang mahasiswa pascasarjana jurusan pertanian  di Yerusalem telah berhasil mengembangkan suatu metode baru untuk mengubah limbah pabrik kertas menjadi ramah lingkungan dengan memanfaatkannya pada industri busa dari sumber daya terbarukan.

Busa banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pembuatan furnitur dan interior mobil. Aplikasi pada material komposit banyak menggunakan busa sebagai bahan inti dalam panel "sandwich" untuk mencapai kekuatan tinggi, penurunan berat badan, disipasi energi dan penyekatan. Busa konvensional dihasilkan dari polimer seperti poliuretan, polistiren, polivinil klorida (PVC) dan polietilen terftalat (PET). Pembuatan busa ini saat ini bergantung pada minyak fosil sehingga mengakibatkan kerugian pada lingkungan.

Saturday, August 21, 2010

Lebah Sutra Buatan Selangkah Lagi Menjadi Kenyataan

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 08-06-2010
Lebah Sutra Buatan Selangkah lagi yang akan menjadi KenyataanSeorang ilmuwan CSIRO yaitu Dr Tara Sutherland dan timnya telah memperoleh tonggak penting lainnya dalam pencarian berskala internasional dalam memproduksi sutra serangga buatan. Mereka telah melakukan perlakuan yang baik mengenai sutra lebah madu dari suatu ’sup’ protein sutra yang telah mereka hasilkan secara transgenik. Beberapa perlakuan tersebut sama kuatnya dengan perlakuan yang diambil dari kelenjar lebah madu sutra, suatu langkah signifikan menuju pengembangan dari biomaterial kumparan sutra koil.

Sunday, May 2, 2010

Gel berubah menjadi encer pada pendeteksian kokain

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 02-05-2010
Gel berubah menjadi encer pada pendeteksian kokainGambar menunjukan Gel merespon pada jumlah kokain yang berbeda. Para peneliti Cina telah mengembangkan  suatu lintasan aptamer yag terhubungkan dengan hidrogel yang mengubah dari warna merah atau biru cerah menjadi tak berwarna saat terekspos pada sejumlah kecil kokain. Tidak diperlukannya analisa yang rumit dan ini diharapkan gel tersebut akan memberikan uji visual yang cepat bagi molekul – molekul kecil seperti obat – obatan, bahan peledak ataupun zat pencemar air.

Saturday, December 5, 2009

Tabung-nano dari putih telur

Ditulis oleh Soetrisno pada 13-10-2008

Putih telur telah ditemukan oleh para ilmuwan Cina memiliki kegunaan baru sebagai sebuah cetakan (template) untuk membuat tabung-nano anorganik.

Baoyou Geng dan rekan-rekannya di Universitas Anhui Normal, Wuhu, membuat tabung-nano magnetit (Fe3O4) dalam sebuah larutan putih telur. Protein putih telur − yang memiliki afinitas tinggi untuk ion-ion logam − membentuk kompleks-kompleks organik-anorganik dengan Fe(III). Kompleks-kompleks ini selanjutnya berkumpul membentuk helaian-helaian nano, sebuah proses yang menghasilkan panas. Peningkatan suhu merusak ikatan hidrogen dan ikatan peptida-besi sehingga besi oksida terpisah dari template putih telur. Helaian-helaian besi oksida kemudian menggulung membentuk tabung-tabung nano berongga.

Wednesday, June 3, 2009

Kulit Buatan Berhasil Diproduksi Melalui Proses Otomatis


Kulit buatan telah lama menjadi impian para ahli farmasi, kimia, dan kedokteran. Berbagai riset telah lama menuntut adanya kulit buatan dalam skala besar sehingga dapat dipakai sebagai permodelan ketika melakukan uji sensitivitas produk, seperti krim, sabun, pembersih, obat, serta perban perekat. Uji produk secara langsung pada kulit manusia tentunya akan lebih efektif dan akurat dibandingkan uji pada kulit hewan eksperimen. Adapun kendala yang ditemui adalah terbatasnya ketersediaan kulit buatan tersebut. Proses produksi yang kompleks dan membutuhkan banyak tenaga manual membatasi produksi kulit buatan pada jumlah 2000 lembar perbulan.
Rekayasa jaringan itu sendiri sebenarnya masih merupakan ilmu yang mentah sehingga produk kulit buatan yang selama ini ada hanya berupa lapisan tunggal dengan jenis sel yang sama. Namun, salah satu perusahaan kulit, yaitu Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology IGB, memiliki akses pada paten kulit buatan berlapis ganda yang tersusun atas lebih dari satu macam sel. Produk buatan mereka merupakan representasi yang paling mendekati kulit asli dibandingkan produk-produk lainnya yang ada di pasaran pada saat ini.
Tim gabungan peneliti dari berbagai bidang di Fraunhofer sedang mengembangkan produksi otomatis pertama untuk membuat model kulit lapis ganda. Dalam proses konvensional, proses awalnya adalah sterilisasi sampel kulit, lalu pemotongan sampel tersebut menjadi bagian-bagian yang sangat kecil. Selanjutnya, kulit tersebut dipisahkan menjadi dua fraksi dengan bantuan enzim, kemudian kedua fraksi itu diperbanyak. Tahap berikutnya adalah mengkombinasikan dua tipe sel yang ada menjadi kulit berlapis ganda, berikut dengan tambahan kolagen pada lapisan kulit paling bawah (dermis) untuk memberikan efek elastis yang alami. Pada kondisi lembab dengan temperatur yang menyerupai suhu tubuh, dibutuhkan waktu kurang dari tiga minggu hingga kulit buatan tumbuh dengan sempurna (diameter sekitar 1 cm). Meskipun tingkat keberhasilannya tinggi, metode ini masih dianggap tidak efektif karena tenaga manual yang dibutuhkan sangat besar.
Oleh karena itu, para ahli sains dan teknik dari keempat institusi Fraunhofer bekerja sama untuk mengembangkan dan menyempurnakan mesin yang dapat mengerjakan keseluruhan proses produksi kulit secara otomatis, termasuk melakukan validasi dan integrasi pada mesin tersebut agar dapat bekerja secara akurat. Hasil kerja keras mereka pun terbayar ketika setahun kemudian mereka berhasil menginisiasi 8 prosedur paten.
Pada acara BIO tahun 2009 di Atlanta, stan Fraunhofer-Gesellshaft mempresentasikan permodelan komputer dari sistem produksi mereka secara keseluruhan, berikut dengan tiga submodul terpenting. Modul pertama meliputi persiapan sampel jaringan dan isolasi dua tipe sel kulit; modul kedua merupakan tahap proliferasi atau perbanyakan sel. Model kulit yang utuh dan sempurna dikultivasi pada modul ketiga. Terakhir, ada proses pengemasan yang dilakukan oleh robot.
Para peneliti tersebut mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan mesin rakitan mereka. Beberapa parameter penting yang mereka pertimbangkan antara lain kualitas sampel kulit, durasi kerja enzim, serta viskositas larutan. Selain itu, kultur sel membutuhkan sistem kontrol yang teliti untuk mencegah kontaminasi jamur atau bakteri sepanjang proses produksi. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, mereka merencanakan akan selesai dalam waktu dua tahun. Targetnya adalah produksi 5000 lembar model kulit dengan kualitas sempurna, namun dengan harga di bawah 34 euro.
Jika target ini tercapai, bukan hanya industri farmasi yang akan bersuka cita, tapi juga para dokter bedah yang dapat menggunakan kulit buatan tersebut untuk transplantasi. Demi memuaskan keinginan dokter-dokter bedah, tim Fraunhofer pun menjawab dengan melakukan penelitian untuk menambah pembuluh darah buatan di dalam kulit buatan tersebut. Dengan demikian, dapat dihasilkan kulit buatan yang berfungsi seperti layaknya kulit alami.